Korea Selatan menjadi sebuah negara yang begitu populer di Asia bahkan hingga penjuru dunia. Kepopuleran Korea sebab kebijakan pemerintah berupa¬†Korean Hallyu¬†yang berhasil menjadi gelombang budaya Korea. Seluruh Asia hingga penjuru dunia mengenal dan mengagumi industri hiburan Korea seperti musik KPop dan drama. Selain itu bidang olahraga seperti sepak bola juga membuat negara ini semakin di kenal. Pemain sepak bola Korea terkenal seperti Park Ji-sung dan Son Heung-min menjadi buah bibir tersendiri di kalangan pecinta bola. Mungkin kita saat ini sangat menyukai beragam kebudayaan Korea dari pakaian hingga makanan. Lantas saat menonton drama Korea mungkin kita juga bertanya-tanya “apa agama yang sebenarnya masyarakat Korea anut?”.

Dinamika Agama di Korea Selatan

Dinamika agama di Korea Selatan menjadi suatu hal yang menarik untuk kita bahas. Agama yang merupakan perantara media kita kepada Tuhan menjadi suatu hal yang penting. Akan tetapi, di masyarakat Korea agama mereka anggap menjadi ranah privasi dan tidak terlalu penting. Maka mari kita membahas agama terbesar di Korea Selatan yaitu Kristen Katolik. Kristen Katolik menjadi agama terbesar di negara ini dengan jumlah penganut hampir sekitar 25% jumlah populasi negara mereka. Jumlah tersebut menjadi jumlah yang besar karena mayoritas penduduk Korea saat ini memilih untuk tidak beragama. Oleh sebab itu berikut mari kita mengenal sejarah Kristen Katolik di Korea Selatan;

Sejarah Masuknya Kristen Katolik di Korea Selatan

Sejarah awal dari pembahasan kita adalah saat masuknya pertama kali Kristen Katolik ke Korea Selatan. Sekitar abad ke 18 agama ini mulai muncul di tanah Korea. Kristen Katolik yang berasal dari barat mereka sebut sebagai Seohak atau ajaran dari barat. Kaum cendekiawan yang berilmu yang pertama kali tertarik untuk mempelajari agama ini. Kaum Sirhak atau kaum cendekiawan mulai mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan Kristen Katolik. Cendekiawan yang terkenal masuk Katolik pertama kali adalah Jeong Yak-yong. Sedangkan orang Korea yang pertama kali yang masuk Katolik adalah Yi Seung-hun. Kedua orang tersebut yang mendasari Kristenisasi di tanah Korea.

Larangan di Masa Joseon

Pada saat itu Korea di kuasai oleh pemerintahan dinasti Joseon yang sangat menjunjung tinggi nilai budaya. Maka tidak mengherankan bahwa larangan sangat keras pemerintahan berlakukan untuk menangkal segala macam “budaya asing” salah satunya juga agama. Agama Katolik yang merupakan agama “asing” juga tidak luput dari kebijakan larangan tersebut. Lebih tepatnya pada tahun 1791 pemerintahan Joseon mengeluarkan kebijakan Anti-Katolik dan menyiksa setiap penganutnya. Siapa saja rakyat Korea yang ketahuan beribadah ataupun berperilaku dengan agama Katolik maka akan terkena hukuman yang berat. Hukuman berat ini seperti hukuman cambuk hingga sampai hukuman mati.

Peningkatan Penganut

Meskipun banyaknya ancaman, siksaan hingga pembunuhan tidak menyurutkan semangat Kristenisasi di Korea. Bahkan penganut Katolik di Korea semakin meningkat jumlahnya. Pada tahun 1849 kebijakan tersebut dapat suruh sebab kekuasaan raja Seoljong yang bijaksana. Beliau lebih bijaksana membuka diri kepada budaya luar hingga memberikan toleransi kepada para penganut Katolik. Kebijakan ini sangat berarti besar bagi Kristenisasi di tanah Korea. Hal ini karena terbukti pada tahun 1849 sampai 1850 jumlah penganut Katolik meningkat menjadi 23.000 yang sebelumnya berjumlah hanya 11.000. Pada tahun 1884 saat bangsa Korea terkena kudeta dan masuknya penjajah Jepang menyebabkan Korea membuka diri. Penganut Kristen kian hari kian bertambah jumlahnya secara signifikan. Bahkan penganut Kristen terbanyak pada saat itu di daerah Pyongyang berjumlah 1 banding 5 dari populasi rakyat Korea.

Perang Korea dan perang dingin pada tahun 1950 menyebabkan banyaknya penganut Kristen berpindah dari Korea Utara ke Selatan. Hal ini karena pemerintahan Kim Il-sung di Korea Utara yang menganut ideologi komunis sangat melarang hal yang berbau agama.

Korea Selatan Saat Ini

Dinamika banyaknya kaum muda yang lebih memilih tidak beragama menjadi suatu persoalan tersendiri bagi bangsa ini. Namun agama Kristen Katolik hingga saat ini menjadi agama dengan jumlah penganut terbesar di Korea Selatan. Bahkan presiden Korea Selatan saat ini Moon Jae-in menganut agama Katolik yang taat. Maka dengan ulasan ini semoga Anda dapat memahami dengan baik sejarah berkembangnya agama Kristen Katolik di Korea Selatan.